Selasa, 16 Juni 2015

Isolasi DNA

Molekul DNA dalam suatu sel dapat diekstraksi atau diisolasi untuk berbagai macam keperluan seperti amplifikasi dan analisis DNA melalui elektroforesis. Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan DNA dari bahan lain seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Prisnsip utama dalam isolasi DNA ada tiga yakni penghancuran (lisis), ektraksi atau pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein, serta pemurnian DNA (Corkill dan Rapley, 2008; Dolphin, 2008). Menurut Surzycki (2000), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses isolasi DNA antara lain harus menghasilkan DNA tanpa adanya kontaminan seperti protein dan RNA; metodenya harus efektif dan bisa dilakukan untuk semua spesies metode yang dilakukan tidak boleh mengubah struktur dan fungsi molekul DNA; dan metodenya harus sederhana dan cepat.

Prisnsip isolasi DNA pada berbagai jenis sel atau jaringan pada berbagai organisme pada dasarnya sama namun memiliki modifikasi dalam hal teknik dan bahan yang digunakan. Bahkan beberapa teknik menjadi lebih mudah dengan menggunakan kit yang diproduksi oleh suatu perusahaan sebagai contoh kit yang digunakan untuk isolasi DNA pada tumbuhan seperti Kit Nucleon Phytopure sedangkan untuk isolasi DNA pada hewan digunakan GeneJETTM Genomic DNA Purification Kit. Namun tahapan-tahapan isolasi DNA dalam setiap langkahnya memiliki protokol sendiri yang disesuaikan dengan keperluan. Penggunaan teknik isolasi DNA dengan kit dan manual memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode konvensional memiliki kelebihan harga lebih murah dan digunakan secara luas sementara kekurangannya membutuhkan waktu yang relatif lama dan hasil yang diperoleh tergantung jenis sampel. 

 Tahap pertama dalam isolasi DNA adalah proses perusakan atau penghancuran membran dan dinding sel. Pemecahan sel (lisis) merupakan tahapan dari awal isolasi DNA yang bertujuan untuk mengeluarkan isi sel (Holme dan Hazel, 1998). Tahap penghancuran sel atau jaringan memiliki beberapa cara yakni dengan cara fisik seperti menggerus sampel dengan menggunakan mortar dan pestle dalam nitrogen cair atau dengan menggunakan metode freezing-thawing dan iradiasi (Giacomazzi et al., 2005). Cara lain yakni dengan menggunakan kimiawi maupun enzimatik. Penghancuran dengan menggunakan kimiawi seperti penggunaan detergen yang dapat melarutkan lipid pada membran sel sehingga terjadi destabilisasi membran sel (Surzycki, 2000). Sementara cara enzimatik seperti menggunakan proteinase K seperti untuk melisiskan membran pada sel darah (Khosravinia et al., 2007) serta mendegradasi protein globular maupun rantai polipeptida dalam komponen sel (Brown, 2010; Surzycki (2000). 

Pada proses lisis dengan menggunakan detergen, sering digunakan sodium dodecyl sulphate (SDS) sebagai tahap pelisisan membran sel. Detergen tersebut selain berperan dalam melisiskan membran sel juga dapat berperan dalam mengurangi aktivitas enzim nuklease yang merupakan enzim pendegradasi DNA (Switzer, 1999). Selain digunakan SDS, detergen yang lain seperti cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) juga sering dipakai untuk melisiskan membran sel pada isolasi DNA tumbuhan (Bettelheim dan Landesberg, 2007). Parameter keberhasilan dalam penggunaan CTAB bergantung pada beberapa hal. Pertama, Konsentrasi NaCl harus di atas 1.0 M untuk mencegah terbentuknya kompleks CTAB-DNA. Karena jumlah air dalam pelet sel sulit diprediksi, maka penggunaan CTAB sebagai pemecah larutan harus dengan NaCl dengan konsentrasi minimal 1.4 M. Kedua, ekstrak dan larutan sel yang mengandung CTAB harus disimpan pada suhu ruang karena kompleks CTAB-DNA bersifatinsolublepada suhu di bawah 15°C. Ketiga, penggunaan CTAB dengan kemurnian yang baik akan menentukan kemurnian DNA yang didapatkan dan dengan sedikit sekali kontaminasi polisakarida. Setelah ditambahkan CTAB, sampel diinkubasikan pada suhu kamar. Tujuan inkubasi ini adalah untuk mencegah pengendapan CTAB karena CTAB akan mengendap pada suhu 15°C. Karena efektivitasnya dalam menghilangkan polisakarida, CTAB banyak digunakan untuk purifikasi DNA pada sel yang mengandung banyak polisakarida seperti terdapat pada sel tanaman dan bakteri gram negatif seperti Pseudomonas, Agrobacterium, dan Rhizobium (Surzycki, 2000). 

Dalam penggunaan buffer CTAB seringkali ditambahkan reagen-reagen lain seperti NaCl, EDTA, Tris-HCl, dan 2-mercaptoethanol. NaCl berfungsi untuk menghilangkan polisakarida sementara 2-mercaptoethanol befungsi untuk menghilangkan kandungan senyawa polifenol dalam sel tumbuhan (Ranjan et al., 2010). 2-mercaptoethanol dapat menghilangkan polifenol dalam sel tanaman dengan cara membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa polifenol yang kemudian akan terpisah dengan DNA (Lodhi et al., 1994). Senyawa polifenol perlu dihilangkan agar diperoleh kualitas DNA yang baik (Moyo et al., 2008). Polifenol juga dapat menghambat reaksi dari enzim Taq polimerase pada saat dilakukan amplifikasi. Disamping itu polifenol akan mengurangi hasil ektraksi DNA serta mengurangi tingkat kemurnian DNA (Porebskiet al., 1997). Penggunaan 2-mercaptoethanol dengan pemanasan juga dapat mendenaturasi protein yang mengkontaminasi DNA (Walker dan Rapley, 2008). 

Konsentrasi dan pH dari bufer yang digunakan harus berada dalam rentang pH 5 sampai 12. Larutan buffer dengan pH rendah akan mengkibatkan depurifikasi dan mengakibatkan DNA terdistribusi ke fase fenol selama proses deproteinisasi. Sedangkan pH larutan yang tinggi di atas 12 akan mengakibatkan pemisahan untai ganda DNA. Fungsi larutan buffer adalah untuk menjaga struktur DNA selama proses penghancuran dan purifikasi sehingga memudahkan dalam menghilangkan protein dan RNA serta mencegah aktivitas enzim pendegradasi DNA dan mencegah perubahan pada molekul DNA. Untuk mengoptimalkan fungsi larutan buffer, dibutuhkan konsentrasi, pH, kekuatan ion, dan penambahan inhibitor DNAase dan detergen (Surzycki 2000). 

 Pada tahapan ekstraksi DNA, seringkali digunakan chelating agent seperti ethylenediamine tetraacetic acid (EDTA) yang berperan menginaktivasi enzim DNase yang dapat mendenaturasi DNA yang diisolasi, EDTA menginaktivasi enzim nuklease dengan cara mengikat ion magnesium dan kalsium yang dibutuhkan sebagai kofaktor enzim DNAse (Corkill dan Rapley, 2008). DNA yang telah diekstraksi dari dalam sel selanjutnya perlu dipisahkan dari kontaminan komponen penyusun sel lainnya seperti polisakarida dan protein agar DNA yang didapatkan memiliki kemurnian yang tinggi. Fenol seringkali digunakan sebagai pendenaturasi protein, ekstraksi dengan menggunakan fenol menyebabkan protein kehilangan kelarutannya dan mengalami presipitasi yang selanjutnya dapat dipisahkan dari DNA melalui sentrifugasi (Karp, 2008). Bettelheim dan Landesberg (2007) menyebutkan bahwa setelah sentrifugasi akan terbentuk 2 fase yang terpisah yakni fase organik pada lapisan bawah dan fase aquoeus (air) pada lapisan atas sedangkan DNA dan RNA akan berada pada fase aquoeus setelah sentrifugasi sedangkan protein yang terdenaturasi akan berada pada interfase dan lipid akan berada pada fase organik (Gambar 1). Selain fenol, dapat pula digunakan campuran fenol dan kloroform atau campuran fenol, kloroform, dan isoamil alkohol untuk mendenaturasi protein. Ekstrak DNA yang didapat seringkali juga terkontaminasi oleh RNA sehingga RNA dapat dipisahkan dari DNA ekstrak dengan cara pemberian RNAse (Birren, et al., 1997; Clark, 2010). 
Gambar 1. Asam nukleat berada pada lapisan air setelah disentrifugasi 
pada tahapan ekstraksi (Clark, 2010). klik gambar untuk memperbesar. 

Asam nukleat adalah molekul hidrofilik dan bersifat larut dalam air. Disamping itu, protein juga mengandung residu hidrofobik yang mengakibatkan protein larut dalam pelarut organik. Berdasarkan sifat ini, terdapat beberapa metode deproteinisasi berdasarkan pemilihan pelarut organik. Biasanya pelarut organik yang digunakan adalah fenol atau kloroform yang mengandung 4% isoamil alkohol. Penggunaan kloroform isoamil alkohol (CIA) berdasarkan perbedaan sifat pelarut organik. Kloroform tidak dapat bercampur dengan air dan kemampuannya untuk mendeproteinisasi berdasarkan kemampuan rantai polipeptida yang terdenaturasi untuk masuk atau termobilisasi ke dalam fase antara kloroform – air. Konsentrasi protein yang tinggi pada fase antara tersebut dapat menyebabkan protein mengalami presipitasi. Sedangkan lipid dan senyawa organik lain akan terpisah pada lapisan kloroform (Clark, 2010). 
 Proses deproteinisasi yang efektif bergantung pada besarnya fase antara kloroform-air. Proses ini dapat dilakukan dengan membentuk emulsi dari air dan kloroform. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan penggojogan atau sentrifugasi yang kuat karena kloroform tidak dapat bercampur dengan air. Isoamil alkohol berfungsi sebagai emulsifier dapat ditambahkan ke kloroform untuk membantu pembentukan emulsi dan meningkatkan luas permukaan kloroform-air yang mana protein akan mengalami presipitasi. Penggunaan kloroform isoamil alkohol ini memungkinkan untuk didapatkan DNA yang sangat murni, namun dengan ukuran yang terbatas (20.000–50.000 bp). Fungsi lain dari penambahan CIA ini adalah untuk menghilangkan kompleks CTAB dan meninggalkan DNA pada fase aquoeus. DNA kemudian diikat dari faseaquoeus dengan presipitasi etanol (Surzycki, 2000). 
Setelah proses ekstraksi, DNA yang didapat dapat dipekatkan melalui presipitasi.Pada umumnya digunakan etanol atau isopropanol dalam tahapan presipitasi. Kedua senyawa tersebut akan mempresipitasi DNA pada fase aquoeus sehingga DNA menggumpal membentuk struktur fiber dan terbentuk pellet setelah dilakukan sentrifugasi (Switzer, 1999).Hoelzel (1992) juga menambahkan bahwa presipitasi juga berfungsi untuk menghilangkan residu-residu kloroform yang berasal dari tahapan ekstraksi. 
 Menurut Surzycki (2000), prinsip-prinsip presipitasi antara lain pertama, menurunkan kelarutan asam nukleat dalam air. Hal ini dikarenakan molekul air yang polar mengelilingi molekul DNA di larutan aquoeus. Muatan dipole positif dari air berinteraksi dengan muatan negatif pada gugus fosfodiester DNA. Interaksi ini meningkatkan kelarutan DNA dalam air. Isopropanol dapat bercampur dengan air, namun kurang polar dibandingkan air. Molekul isopropanol tidak dapat berinteraksi dengan gugus polar dari asam nukleat sehingga isopropanol adalah pelarut yang lemah bagi asam nukleat; kedua, penambahan isopropanol akan menghilangkan molekul air dalam larutan DNA sehingga DNA akan terpresipitasi; ketiga, penggunaan isopropanol dingin akan menurunkan aktivitas molekul air sehingga memudahkan presipitasi DNA. 
Pada tahapan presipitasi ini, DNA yang terpresipitasi akan terpisah dari residu-residu RNA dan protein yang masih tersisa. Residu tersebut juga mengalami koagulasinamun tidak membentuk struktur fiber dan berada dalam bentuk presipitat granular.Pada saat etanol atau isopropanol dibuang dan pellet dikeringanginkan dalam tabung, maka pellet yang tersisa dalam tabung adalah DNA pekat.Proses presipitasikembali dengan etanol atau isopropanol sebelum pellet dikeringanginkan dapat meningkatkan derajat kemurnian DNA yang diisolasi (Bettelheim dan Landesberg, 2007). Keller dan Mark (1989) menerangkan bahwa pencucian kembali pellet yang dipresipitasi oleh isopropanol dengan menggunakan etanol bertujuan untuk menghilangkan residu-residu garam yang masih tersisa. Garam-garam yang terlibat dalam proses ekstraksi bersifat kurang larut dalam isopropanol sehingga dapat terpresipitasi bersama DNA, oleh sebab itu dibutuhkan presipitasi kembali dengan etanol setelah presipitasi dengan isopropanol untuk menghilangkan residu garam (Ausubel et al., 2003). 
Setelah dilakukan proses presipitasi dan dilakukan pencucian dengan etanol, maka etanol kemudian dibuang dan pellet dikeringanginkan, perlakuan tersebut bertujuan untuk menghilangkan residu etanol dari pelet DNA. Penghilangan residu etanol dilakukan dengan cara evaporasi karena etanol mudah menguap (Surzycki, 2000). Pada tahap pencucian biasanya etanol dicampur dengan ammonium asetat yang bertujuan untuk membantu memisahkan kontaminan yang tidak diinginkan seperti dNTP dan oligosakarida yang terikat pada asam nukleat (Sambrook et al., 2001). 
Setelah pellet DNA dikeringanginkan, tahap selanjutnya adalah penambahan buffer TE ke dalam tabung yang berisi pellet dan kemudian disimpan di dalam freezer dengan suhu sekitar -20ºC. Verkuil et al. (2008) menyatakan bahwa buffer TE dan penyimpanan suhu pada -20ºC bertujuan agar sampel DNA yang telah diekstraksi dapat disimpan hingga waktu berminggu-minggu. Keller dan Mark (1989) juga menjelaskan bahwa pelarutan kembali dengan buffer TE juga dapat memisahkan antara RNA yang mempunyai berat molekul lebih rendah dibandingkan DNA sehingga DNA yang didapatkan tidak terkontaminasi oleh RNA dan DNA sangat stabil ketika disimpan dalam keadaan terpresipitasi pada suhu -20ºC. 



Gambar 2. Proses pufrifikasi DNA dengan menggunakan metode silika dan kolom kromatografi (a) proses pengikatan DNA ke silika dengan bantuan perubahan konsentrasi garam, (b) DNA dielusi untuk memperoleh DNA (Brown, 2010). Klik gambar untuk memperbesar. 

Isolasi DNA juga dapat dilakukan dengan menggunakan kit yang sudah diproduksi oleh beberapa perusahan untuk mempermudah dan mempercepat proses isolasi DNA. Kit isolasi juga disesuaikan dengan kebutuhan oleh konsumen dan jenis sel yang akan digunakan. Berikut adalah bagan contoh isolasi DNA tanaman dengan menggunakan Kit Nucleon Phytopure yang disajikan pada Gambar 3. 



 
Gambar 3. Bagan isolasi DNA dengan menggunakan kit phytopure. 
Klik gambar untuk memperbesar. 
 
source :  http://www.generasibiologi.com/2012/08/isolasi-dna.html

Sabtu, 21 Maret 2015

Budaya Bavaria

Bavaria atau Bayern adalah negara bagian Jerman, tercatat sebagai negara bagian terkaya dan komuitas masyarakatnya paling bangga akan asal usul mereka. Kebudayaannya kerap lebih menonjol, sehingga sering disalah simpulkan sebagai kebudayaan Jerman secara keseluruhan. Daerah yang berbatasan langsung dengan Austria dan Swiss ini memang unik sehingga berpredikat sebagai Freistaat atau free state.

 http://www.bavaria.by/data/mediadb/cms_pictures/%7B9a982954-8031-4bd5-dcf8-86f1ba2c5cd3%7D.jpg

Di Bavaria hidup tiga suku besar, yaitu Bavaria Tua (Baiern/Oberbayern), Franconia, dan Swabia. Ketiga suku tersebut memiliki bahasa, budaya, mentalitas, dan cara hidup yang berbeda. Suku Oberbayern terkenal sebagai kelompok kosmopolitan dan mencintai kesenian. Sedangkan suku Franconia memiliki karakter gotong royong, berbakat dalam organisasi, dan orang-orang yang ceria. Suku Swabia meramaikan perbedaan kultur dengan sifat mereka yang hemat dan moto hidup “bekerja adalah pahala”. Selain tiga suku besar tersebut hidup pula suku minoritas Roma, Sinti, dan Yeniche.
Bagian selatan Jerman ini memang selalu tampil berbeda. Bavaria berada di wilayah budaya tertua Eropa dengan catatan sejarah panjang. Namun di tangan masyarakat Bavaria tradisi dan kehidupan modern mampu berjalan seiringan. Bagi mereka baik tradisi dan modernitas adalah aspek penting kehidupan. Sejak tahun 2003 Freistaat menghabiskan 500 juta Euro setiap tahun dalam APBD-nya untuk mendukung perkembangan seni dan budaya. Selain dari pajak, dana tersebut juga didapat dari donasi komunitas Bavaria dan beberapa sponsor. Lagu rakyat, tarian tradisional, dan instrumen musik daerah diajarkan dan dilatih di seluruh kota Bavaria. Pemerintah selalu mendukung segala upaya pelestarian budaya melalui beragam pembinaan serta festival, seperti Oktoberfest di München, Tänzelfest di Kaufbeuren, atau Drachentisch di Fürth.

 

Ceria, santai, ramah, meski terkadang keras, serta toleran dan liberal adalah ciri kehidupan Bavaria yang diterapkan masyarakatnya. Orang-orang di Bavaria juga terkenal akan ketekunannya dan dapat membedakan hal-hal penting dengan hal yang benar-benar penting dalam kehidupannya. Hidup mereka berdasarkan pada prinsip “belajar banyak dari orang lain, tapi jangan mengikuti semua yang mereka lakukan”. Mungkin itulah mengapa Bavaria berhasil mempertahankan tradisi dalam kehidupan modern mereka. Baju tradisional Bayern, Drindl dan Lederhosen merupakan kostum paling populer dan diterima ditengah masyarakat modern.

NEMO science center Amsterdam

Begitu menginjakan kaki di Central Station Amsterdam kita dapat melihat bangunan mencolok di seberangnya. Berdiri gagah di tepi perairan Oosterdok, bercat hijau, dan memiliki bentuk menyerupai lambung kapal. Itulah Nemo Science Center, tempat belajar sambil bermain yang mengasyikan bagi segala tingkatan usia.

 

Nemo Science Center merupakan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi terbesar di Belanda. Begitu melihat arsitekturnya dari luar sudah sangat memikat dan ketika masuk ke dalamnya membuat waktu seakan tak terasa cepat berlalu. Lima lantai gedung hasil rancangan arsitek terkenal asal Italia, Renzo Piano tersebut diisi dengan beragam pembelajaran interaktif yang dibalut dengan teknologi canggih termutakhir. Setiap pengunjung didorong untuk menyentuh peralatan dan terlibat dalam eksperimen-eksperimen menarik. Tak hanya anak-anak yang bersenang-senang di tempat itu, tetapi orang dewasa juga bisa merasa betah. Tak heran, Science Center di Amsterdam tersebut mampu menarik minat hingga lebih dari 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Nemo memperkenalkan dunia sains dan teknologi baik kepada anak-anak maupun orang dewasa dengan mengajak mereka bermain, menonton teater, film, demonstrasi hingga lokakarya. Pengunjung dapat membaui, merasakan, mendengar, dan melihat bagaimana segala sesuatu di dunia ini bekerja. Pengunjung bisa bersenang-senang dengan gelembung balon raksasa, bereksperimen di lab. kimia, atau menciptakan musik dan video di lab. media. Water World mendemonstrasikan proses air sehingga bisa diminum oleh manusia. Kita juga diajak untuk membuat jembatan, pencakar langit, hingga bendungan. Masih banyak permainan lain yang dapat menambah ilmu, seperti cara memecahkan pembunuhan dengan mengurai DNA atau mengintip metode kerja otak kita setiap harinya. Anak-anak dapat mengendarai sepeda luar angkasa atau sepeda air yang mampu menghasilkan aliran listrik.

 

Selain banyak permaian menarik, Nemo memfasilitasi para pengunjung dengan beberapa café. Namun Anda juga diperkenankan untuk membawa makanan sendiri dari luar asalkan di makan di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Fasilitas paling sensasional adalah teras di atap gedung. Tempat tersebut sudah dilengkapi dengan kursi dan pemandangan indah sungai serta kota tua Amsterdam.
Nemo Science Center beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 10.00 – 17.00. Untuk memasuki tempat pameran, Anda perlu merogoh kocek sedalam €15. Tempat ini bisa dicapai menggunakan salah satu dari sekian banyak trem menuju Stasiun Utama Amsterdam, seperti trem 4, 9, atau 16.

Elbphilharmonie

Elbphilharmonie akan menjadi landmark penting dari Hafencity, Hamburg, dan Jerman bagian utara. Hingga kini para Hamburger (warga Hamburg) dan Jerman masih harus menunggu rampungnya gedung dengan arsitektur spektakuler itu. Meski belum selesai dibangun, wisatawan diperbolehkan mengunjungi Elbphilharmonie.

 http://momentum-magazin.de/de/files/2012/11/Elbphilharmonie.jpg

Pembangunan Elbphilharmonie menghabiskan sekitar 500 juta euro dan termasuk gedung termahal kedua di Eropa. Concert hall tersebut dirancang sejak tahun 2003, mulai dibangun pada tahun 2005, dan diperkirakan selesai pada musim panas 2016. Arsitekturnya terbilang spektakuler. Konstruksi bangunan terdiri dari kaca dengan bagian atap bergelombang dan runcing seperti mahkota. Bangunan kaca tersebut dibangun tepat di atas bangunan kubus Kaispeicher A, yaitu gedung bersejarah yang dulunya berfungsi sebagai gudang penyimpanan kakao, teh, dan tembakau di tepi sungai Elbe. Bangunan tua berkonstruksi bata merah tersebut akan digunakan sebagai tempat parkir, restoran, klinik kesehatan, area konferensi hotel, dan ruang konser berkapasitas 170 penonton. Sedangkan bangunan baru di atasnya berfungsi sebagai 200 kamar hotel, 45 apartemen, ruang konser kecil dengan 550 tempat duduk, dan ruang konser utama berkapasitas 2.150 tempat duduk. Ruang konser utama ini memiliki desain menyerupai perkebunan anggur yang merentang dari lantai 12 hingga lantai 17. Di bangunan kaca tersebut juga terdapat plasa di mana para pengunjung dapat menikmati pemandangan 360° dari sungai Elbe dan kota Hamburg.

 

Setiap hari Minggu terdapat tour guide yang siap memandu pengunjung berkeliling ruang konser dan bagian dalam konstruksi Ebphilharmonie selama 90 menit. Tur tersedia mulai pukul 10.00 hingga 16.00. Namun sayangnya panduan hanya tersedia dalam bahasa Jerman seharga € 5,00. Tiket tur Ebphilharmonie ini harus dipesan dua bulan sebelumnya. Untuk mencapai gedung spektakuler ini dapat naik bus 111 menuju Magellan-Terassen, bus 6 dan berhenti di halte Auf dem Sande, subway U1 menuju Meβberg, U4 menuju Überseequartier, atau dengan menggunakan ferri 72 dan berhenti di pelabuhan Elbphilharmonie. Selama di Hamburg Anda dapat menginap di My Place Hotel, Hotel am Rothenbaum, atau Dorint Hotel Hamburg Eppendorf. Destinasi menarik lainnya adalah St. Nikolai Memorial, Museum Yahudi, dan wisata Berlin.

Bersantai di NEMO Rooftop AMsterdam

NEMO adalah pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terbesar Belanda yang terletak di Amsterdam. Wisata edukasi ini memiliki banyak peralatan canggih, interaktif, dan menyenangkan. Kesenangan itu tak hanya didapatkan di dalam ruangan, di rooftop tersedia teras luas dan sangat cocok untuk bersantai.

http://eropa.panduanwisata.id/files/2014/07/22-1.jpg

Bangunan hijau mencolok berbentuk lambung kapal di Oosterdok didesain tak hanya untuk mengedukasi pengunjungnya tapi juga memberikan kemewahan waktu luang. Setelah lelah belajar sambil bermain di Nemo Science Center, saatnya Anda beristirahat di bagian rooftop. Di atap bangunan Nemo setinggi 22 meter terdapat roof terrace terluas di Amsterdam. Sesuai dengan visi sang Arsitek, Renzo Piano, mengenai sebuah lapang yang menatap kota, teras di atap gedung Nemo itu menyajikan panorama spektakuler kota tua Amsterdam dan pelabuhan. Dari atas Nemo Anda bisa melihat bangunan penting disekeliling, seperti Museum Haven yang mengoleksi beberapa perahu di awal abad 20. Kemudian di arah timur terdapat bangunan Museum Maritim dan kapal legendaris VOC. Bergeser ke sisi barat, disuguhi lanskap pengembangan Oosterdok.

 http://eropa.panduanwisata.id/files/2014/07/22-3.jpg

Meski disediakan beberapa kursi, rancangan yang berundak-undak membuat kita bisa duduk-duduk nyaman di lantai. Sebuah papan catur raksasa beserta bidak-bidaknya menantang para pengunjung untuk bermain. Layaknya adegan di film Harry Potter and The Sorcerer’s Stone, Anda pun bisa memilih untuk berperan jadi salah satu bidaknya, baik itu prajurit, kuda, menteri, atau bahkan raja. Di lantai paling atas disediakan sebuah café, sehingga kemewahan waktu luang Anda akan semakin lengkap dengan ditemani segelas minuman. Pada musim panas, Nemo Terrace Roof adalah salah satu tempat paling favorit dikunjungi amsterdamers bersama kerabat atau keluarga mereka. Para orang dewasa cenderung duduk santai menikmati sinar matahari, mengobrol sambil ditemani segelas minuman menyegarkan. Sedangkan anak-anak sibuk bermain splashing water wonder. Begitu matahari bersinar 4000 liter air mengalir ke 30 kolam dan wadah yang ada di rooftop. Pengunjung hanya perlu memutar keran dan roda pada pipa, kemudian air akan menyembur keluar dari arah yang tak terduga sama sekali. Permainan air ini dinilai salah satu masterpiece dari Renzo Piano.

 


Nemo Terrace Roof dapat diakses tanpa perlu membeli tiket masuk. Anda dapat menaiki tangga di sisi timur gedung atau menggunakan lift dari dalam lobi. Outdoor space ini buka setiap hari sepanjang musim panas, yaitu bukan Mei – Agustus pukul 10.00 – 24.00. Sedangkan di luar bulan tersebut hanya dapat dikunjungi pada hari Selasa – Minggu, pukul 10.00 – 17.00. Namun teras akan ditutup jika cuaca buruk atau ada event-event tertentu. Nemo bisa dicapai dengan 10 menit berjalan kaki dari Centraal Station Amsterdam.

Teylers Museum Haarlem

Kunjungan ke Teylers Museum, layaknya memasuki kapsul waktu dimana masa lampau menunggu. Di sanalah waktu berputar kembali ke abad 18, era pencerahan, ketika ilmu pegetahuan berkembang pesat, fosil-fosil digali dan dipamerkan, hingga cerita dari orang-orang yang melakukan penjelajahan dan penemuan baru dibeberkan. Destinasi ini memberikan kita gambaran mengenai kemegahan perkembangan dunia.

 http://www.stripdagenhaarlem.com/2010/wp-content/uploads/2010/03/teylersmuseum.jpg

Berdiri pada tahun 1778 dan dibuka untuk publik tahun 1784, Teylers adalah museum pertama sekaligus tertua di Belanda. Destinasi wisata ini terletak di tepi sungai Spaarne (Spaarne 16), Haarlem. Pembangunannya berawal dari wasiat seorang bankir dan saudagar kaya berdarah Skotlandia, Pieter Teyler van der Hulst. Setelah meninggal ia menyumbangkan seluruh asetnya kepada Teylers Stichting (Yayasan Teyler) milik kota Haarlem, yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan perkembangan seni dan ilmu pengetahuan. Sebuah ruangan indah dan megah berbentuk oval (oval room) dibangun di belakang rumah Teyler. Ruang bergaya neoklasik itu diperuntukkan untuk kegiatan belajar dan penelitian.

 

Museum dibagi ke dalam 5 “kabinet”, yaitu koleksi seni, perpustakaan sains, kabinet instrumen ilmu pengetahuan, koleksi fosil dan mineral, serta numismatik atau koleksi koin dan medali. Pengunjung dapat berjalan melewati benda-benda bersejarah yang diletakan pada display yang menarik. Pada siang hari, ruangan hanya diterangi oleh cahaya matahari. Hal tersebut merepresentasikan era pencerahan, sehingga Anda bagaikan tengah membuka lembar demi lembar ensiklopedia. Beberapa diantaranya sudah mendunia, adapun yang rumit, tetapi semua sama menariknya untuk disimak. Untuk mendengarkan cerita dibalik objek, Anda dapat meminjam alat audio-tour secara gratis di meja resepsi atau belajar lebih banyak di ruang multimedia. Teylers Museum kerap mengadakan pameran khusus yang dilaksanakan di bagian sayap oval room. Pameran tersebut memberikan presentasi koleksi-koleksi permanen terbaik yang dimiliki Teyler dan terselenggara

 

dalam balutan tema tertentu. Di dalam pameran, pengunjung juga melihat artefak-artefak penting yang dipinjamkan museum lain. Baru-baru ini Teylers Museum menggelar pameran karya seni sains dari ilustrator beraliran naturalisme, Maria Sibylla Merian, kemudian pameran mengenai antartika, dinosaurus dan naga, hingga Michelangelo.
Esiklopedia Dunia di Haarlem ini beroperasi setiap hari Selasa hingga Sabtu, yaitu pukul 10.00–17.00. Sedangkan pada hari Minggu dan libur nasional, kita bisa berkunjung puku 12.00–17.00. Tiket dewasa dibanderol seharga €11,00 dan anak-anak 6–18 tahun seharga €2,00. Teylers Museum berada tak jauh dari St. Bavokerk dan jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Utama Haarlem.

Triberg

Triberg mungkin hanya sebuah kota kecil di jantung Schwarzwald, Jerman. Tapi kota ini termasuk salah satu spot liburan favorit pelancong karena memiliki daya tarik air terjun dan jam kukuk.

 

Kota berpenduduk 5.000 orang ini diketahui sebagai penghasil kerajinan kayu dan salah satu yang mendunia adalah jam kukuk. Jam kukuk terbuat dari kayu yang diukir, sedangkan bunyi kukuk berasal dari peluit. Setiap jarum panjang menujuk pada angka dua belas, burung akan keluar dari sarangnya dan berteriak “kukuk kukuk kukuk”, itulah sebabnya jam kayu ini disebut jam kukuk atau dalam bahasa Jerman Kukuksuhr. Jam kukuk menjadi salah satu ikon wisata Schwarzwald dan kota Triberg. Di Triberg terdapat banyak pengrajin jam kukuk. Haus der 1000 Uhren atau House of 1000 Clocks merupakan toko jam yang paling banyak dikunjungi turis. Toko ini menjual beragam model jam kukuk dengan ukiran indahnya. Pabriknya sendiri terdapat di Schönwald yang berjarak 2 km dari Triberg. Di Oli’s Schnitztube para pengunjung tidak hanya bisa membawa pulang buah tangan jam kukuk tapi juga bisa melihat langsung proses pembuatannya.

 

Di Schonach, sekitar 2 km dari Triberg, berdiri jam kukuk terbesar di dunia. Besar jam kukuk ini bahkan menyerupai ukuran rumah. Triberg tidak hanya menawarkan jam kukuk yang melegenda, namun kita juga bisa menikmati keindahan air terjun Triberg. Air terjun Triberg adalah yang tertinggi di Jerman menjulang di ketinggian 163 meter dan memiliki 7 jeram yang membentuk kolam kecil. Retribusi memasuki wisata alam Triberg ini sebesar €3,50 untuk dewasa dan pengunjung dapat mendaki hingga ke puncak air terjun.

 

Untuk mencapai Triberg Anda dapat naik kereta regional. Sebelum sampai ke Triberg kereta akan transit di stasiun Karlruhe. Di Triberg tidak terdapat kendaraan umum, tapi wisatawan dapat berkeliling kota dengan berjalan kaki.